Abstract
Beban kerja merupakan sejumlah tugas yang harus diselesaikan oleh pekerja dalam waktu tertentu. Beban kerja yang berlebihan dapat menimbulkan stres kerja. Stres kerja adalah tekanan atau tuntutan yang dihadapi individu dalam pekerjaan yang dapat menyebabkan gangguan psikologis, fisiologis, dan perilaku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study. Variabel dalam penelitian ini adalah beban kerja dan stres kerja. Alat ukur yang digunakan adalah NASA-TLX untuk mengukur beban kerja dan kuesioner Permenaker No. 5 Tahun 2018 untuk mengukur stres kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan perkantoran PT. Karyapama Marga Abadi, dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat beban kerja yang paling dominan adalah beban kerja tinggi sebanyak 12 responden (35,3%), sedangkan tingkat stres kerja yang dominan adalah stres kerja sedang sebanyak 17 responden (50,0%). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara beban kerja dengan stres kerja, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,714 dan p-value sebesar 0,000. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara beban kerja dan stres kerja.
Cite
CITATION STYLE
Fadhillah, M. A., Hardiyono, H., & Wahyuni, S. (2025). HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PERKANTORAN PT. KARYAPAMA MARGA ABADI BALIKPAPAN. IDENTIFIKASI, 11(3), 654–663. https://doi.org/10.36277/identifikasi.v11i3.708
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.