Abstract
Psychological flexibility merupakan komponen psikologis yang berkaitan dengan kapasitas individu dalam merespon secara fleksibel tantangan kehidupan baru yang ditemui. Pada beberapa studi komponen ini diketahui bermanfaat pada terjaganya kesehatan mental individu di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological flexibility terhadap kecenderungan cabin fever pada kelompok usia emerging adulthood di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini melibatkan 108 partisipan dengan rentang usia 18-25 tahun yang termasuk dalam kategori emerging adulthood. Instrumen pengukuran dalam penelitian ini adalah Psychological Flexibility Questionnaire (PFQ) dan Cabin Fever Scale (CFS). Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa psychological flexibility memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat cabin fever di masa pandemi COVID-19. Semakin tinggi skor psychological flexibility berpengaruh pada semakin rendahnya skor cabin fever. Selain itu, berdasarkan analisis tambahan menggunakan data demografi diketahui bahwa kelompok partisipan dengan aktivitas ibu rumah tangga dan kelompok partisipan freelance memiliki skor cabin fever yang lebih tinggi dibanding kelompok partisipan aktivitas lain di masa pandemi.
Cite
CITATION STYLE
Husna Salimah, A., & Gimmy Prathama, A. (2022). PENGARUH PSYCHOLOGICAL FLEXIBILITY TERHADAP CABIN FEVER PADA KELOMPOK USIA EMERGING ADULT DI MASA PANDEMI COVID-19. HEARTY, 11(1), 49. https://doi.org/10.32832/hearty.v11i1.8480
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.