Abstract
Swiftlets are a type of bird with high economic value, especially due to their saliva, which is used as a raw material in health and beauty products. In swiftlet farming, maintaining optimal environmental conditions—specifically a temperature range of 26–29°C and humidity levels of 80–90%—is essential. However, two main challenges faced by swiftlet house owners are the difficulty in monitoring temperature and humidity in real-time and the increasing threat of nest theft. This study aims to develop a temperature, humidity, and security monitoring system for swiftlet houses based on the Internet of Things (IoT) using the MQTT Broker protocol. The system integrates the DHT11 sensor to measure temperature and humidity, an LDR sensor to detect light intensity, and a magnetic switch to monitor door access. The research methodology follows the Software Development Life Cycle (SDLC) using the Waterfall model, with data collection techniques including literature studies, observation, and interviews. The development process involves system architecture design, hardware setup, data flow modeling, interface design, and system testing. The final outcome is an IoT-based monitoring system that provides real-time environmental data and security notifications via Telegram and a visual interface using Node-RED. Black box testing confirms that all sensors and notification systems function correctly as intendedBurung walet merupakan salah satu jenis burung yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena air liurnya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar produk kesehatan dan kecantikan. Dalam proses budi daya burung walet, kondisi lingkungan yang sesuai sangat penting, terutama suhu antara 26–29°C dan kelembapan 80–90%. Namun, terdapat dua permasalahan utama yang sering dihadapi oleh pemilik rumah burung walet, yaitu sulitnya memantau kondisi suhu dan kelembapan secara real-time serta meningkatnya risiko pencurian sarang walet. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem monitoring suhu, kelembapan, dan keamanan rumah walet berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan MQTT Broker. Sistem ini menggunakan sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembapan, sensor LDR untuk deteksi intensitas cahaya, serta magnetic switch untuk mendeteksi akses pintu. Metode penelitian yang digunakan adalah Software Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi, dan wawancara. Tahapan perancangan meliputi perancangan arsitektur sistem, perangkat keras, alur data, antarmuka, dan pengujian sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sistem monitoring berbasis IoT yang mampu memberikan data suhu, kelembapan, serta notifikasi keamanan secara real-time melalui Telegram dan tampilan antarmuka pada Node-RED. Pengujian menggunakan metode black box menunjukkan bahwa seluruh sensor dan sistem notifikasi bekerja dengan baik sesuai fungsinya.
Cite
CITATION STYLE
Tri Ananda, E., Usman, S., & Indah Pradasari, N. (2023). Sistem Monitoring Suhu-Kelembapan Dan Keamanan Rumah Walet Berbasis Internet of Things Menggunakan MQTT. Applied Information Technology and Computer Science (AICOMS), 2(1), 40–49. https://doi.org/10.58466/aicoms.v2i1.1788
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.