Abstract
Presentasi sungsang pada kehamilan prematur berhubungan dengan risiko obstetrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan presentasi kepala. Pada kehamilan prematur, faktor predisposisi terjadinya letak sungsang adalah KPD, oligohidramnion, usia ibu lanjut, nuliparitas, riwayat operasi seksio sesarea sebelumnya, berat badan lahir janin di bawah persentil 10, dan kelainan kongenital janin. Pada persalinan prematur, presentasi sungsang merupakan keadaan berisiko tinggi. Rujukan yang tidak tepat dapat berujung timbulnya komplikasi maternal dan fetal pada presentasi sungsang prematur. Kasus: Wanita berusia 34 tahun, G4P2A1 parturien 32 -33 minggu rujukan dari Puskesmas datang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin dengan keluhan mules-mules yang semakin sering dan bertambah kuat. Pasien mengetahui kehamilannya letak sungsang sejak usia kehamilan lima bulan saat memeriksakan kandungannya di SpOG. Diskusi: Pada saat pasien rujukan datang ke RSHS, diketahui pembukaan telah lengkap dan hasil pemeriksaan dalam menunjukkan presentasi janin bokong, tidak teraba bagian-bagian kecil janin, tidak teraba tali pusat pada bagian terbawah janin. Pasien didiagnosis dengan G4P2A1 parturien 32-33 minggu kala II presentasi bokong murni, kemudian direncanakan partus pervaginam spontan dengan bracht. Kesimpulan: Perujukan yang tepat dan cepat masih menjadi kendala. Puskesmas sebagai fasilitas primer harus mampu merujuk tepat waktu mencegah komplikasi ibu dan janin pada saat persalinan dan nifas.
Cite
CITATION STYLE
Muhamad, A. F., & Madjid, T. H. (2024). Permasalahan Perujukan Pasien dengan Malposisi yang telah Mencapai Kala II. Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science, 7(1), 77. https://doi.org/10.24198/obgynia.v7i1.638
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.