Abstract
Sejak desentralisasi diperkenalkan, instrumen utama yang diperkenalkan oleh Pemerintah Indonesia untuk konsultasi publik adalah Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) atau Forum Konsultasi Multi Pihak untuk Perencanaan Pembangunan. Untuk mendukung proses Musrenbang partisipatif ini, sejumlah pemerintah daerah termasuk Tangerang Selatan, telah mencoba meningkatkan partisipasi dengan mengembangkan sistem PR online, untuk mengatur transparansi dalam penganggaran dan memperdalam pendekatan konsultatif hingga ke tingkat masyarakat. Sistem yang dimaksud adalah Musrenbang elektronik (e-Musrenbang)yang dikoordinasi oleh Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Kota) bersama dengan tingkat kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Cyber PR dalam Musrenbang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Kota Tangerang Selatan (Bappeda). Dengan menggunakan data kualitatif dan metode studi kasus, penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam dan FGD dengan birokrat di Bappeda, kecamatan, desa, dan lingkungan. E-Musrenbang sebagai salah satu konsep Cyber PR yang dilakukan di Bappeda Tangerang Selatan, sosialisasi pemanfaatannya perlu lebih ditingkatkan. Hal ini agar aplikasi yang dijalankan dan keterlibatan para pemangku kepentingan dapat lebih optimal bagi Tangerang Selatan yang lebih baik.
Cite
CITATION STYLE
Shabana, A., & Patrianti, T. (2018). CYBER-PR DALAM E-MUSRENBANG DI PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN. Communication, 9(2), 105. https://doi.org/10.36080/comm.v9i2.734
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.