Abstract
karya sastra dapat dilihat sebagai rekaman peristiwa yang terjadi di masyarakat. Di tangan seorang pengarang, peristiwa atau fakta yang ada dalam masyarakat dapat terjasi dengan baik melalui cerita. Cerita dalam ceroen Saksi Mata yang ditulis Seno Gumira Ajidarma merupakan fakta yang difiksikan. Fakta dalam cerpen tersebut berasal dari Insiden 12 November 1991 yang sangat berpengaruh pada profesinya sebagai seorang wartawan. Apa yang diceritakan dalam cerpen tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dengan realitas yang ada di dalam masyarakat. Dengan pendekatan hegemoni Gramsci dapat diketahui bahwa cerpen tersebut mengungkapkan adanya konsensus pasif yang terjadi antara pemerintah yang diwakili tokoh hakim yang merupakan agen hegemoni dengan wartawan atau orang kecil yang merupakan pihak yang tersubordinasi yang diwakili oleh tokoh saksi mata. Kesadaran itu juga muncul karena Pak Hakim ingin tetap menjaga hubungan baik dengan saksi mata. Namun, di akhir cerita saksi mata juga masih merasa dirinya tersubordinasi oleh Pak Hakim walaupun secara tidak langsung.
Cite
CITATION STYLE
-, H. (2015). CERPEN SAKSI MATA KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA SEBUAH ANALISIS DENGAN TEORI HEGEMONI. Diksi, 16(6). https://doi.org/10.21831/diksi.v16i6.7063
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.