WAKTU KEMATIAN KUTU RAMBUT (Pediculus humanus capitis) TERHADAP AIR PERASAN DAUN CENGKEH DAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum Linn)

  • Puspitasari S
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pedikulosis capitis adalah infeksi yang disebabkan ektoparasit Pediculus humanus capitis. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah air perasan daun cengkeh dan minyak cengkeh (Syzygium aromaticum Linn) memiliki potensi membunuh kutu rambut dan menentukan waktu kematian kutu rambut terhadap air perasan daun cengkeh dan minyak cengkeh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan hewan uji kutu rambut  yang diletakan dalam cawan petri yang berisi air perasan daun cengeh atau minyak cengkeh yang  dialasi dengan kertas saring. Pengujian dilakukan dengan kosentrasi yang berbeda yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Masing- masing konsentrasi dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa air perasan daun cengkeh (Syzygium aromaticum Linn) dapat membunuh kutu kepala dengan waktu kematian 41 menit 7 detik (konsentrasi 25%), 36 menit 15 detik (konsentrasi 50%), 30 menit 15 detik (konsentrasi 75%) dan 27 menit 18 detik (konsentrasi 100%) sedangkan minyak cengkeh dapat membunuh kutu kepala dengan waktu kematian 10 menit 12 detik (konsentrasi 25%), 7 menit 18 detik (konsentrasi 50%), 4 menit 15 detik (konsentrasi 75%) dan 2 menit 19 detik (konsentrasi 100%). Pada konsentrasi 100% minyak cengkeh (Syzygium aromaticum Linn) menyebabkan kematian paling cepat dengan rata-rata waktu 2 menit 19 detik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Puspitasari, S. (2023). WAKTU KEMATIAN KUTU RAMBUT (Pediculus humanus capitis) TERHADAP AIR PERASAN DAUN CENGKEH DAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum Linn). Jurnal Ilmiah Pharmacy, 10(2), 87–98. https://doi.org/10.52161/jiphar.v10i2.498

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free