Abstract
Gender dan korupsi merupakan masalah terbaru dalam isu anti korupsi. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil dan pengaruh kesetaraan gender dalam upaya pemberantasan korupsi di DPRD Kota Yogyakarta. Pada penelitian ini menggunakan metode penggabungan antara data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, aspek nilai-nilai, aspek etika penyelenggaraan negara, aspek pedoman perilaku, dan aspek akuntabilitas perempuan lebih unggul dibanding laki-laki. Perempuan memiliki 9 indikator yang unggul. Sedangkan anggota dewan laki-laki memiliki 7 indikator yang lebih unggul. Namun, terdapat ketimpangan gender di DPRD Kota Yogyakarta. Ketimpangan besar terjadi pada kontrol dan manfaat bagi perempuan dalam setiap kegiatan yang diikutinya. Kedua, keunggulan perempuan dalam upaya pemberantasan korupsi tidak akan cukup berarti tanpa adanya kesetaraan gender.
Cite
CITATION STYLE
Martha, A. E., & Hastuti, D. (2014). GENDER DAN KORUPSI (PENGARUH KESETARAAN GENDER DPRD DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KOTA YOGYAKARTA). JURNAL HUKUM IUS QUIA IUSTUM, 20(4), 580–601. https://doi.org/10.20885/iustum.vol20.iss4.art5
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.