Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Yang Menjadi Korban Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga

  • Arif Sipahutar B
N/ACitations
Citations of this article
107Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan merupakan suatu fenomena sosial yang sangat dekat dan tidak dapat kita sembunyikan lagi dari kehidupan sosial manusia. Pada dasarnya setiap tindakan kekerasan selalu mengakibatkan perusakan terhadap emosi, psikologi, seksual, fisik dan atau material. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah; Pertama bagaimanakah makna perlindungan hukum; kedua, bagimanakah perlindungan hukum terhadap perempuan yang menjadi korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada prinsipnya perlindungan hukum tidak membedakan terhadap kaum pria maupun  wanita. Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan Pancasila haruslah memberikan  perlindungan hukum terhadap warga masyarakatnya dan tugas pemerintah untuk merumuskan kembali pola dan strategi pelaksanaan perlindungan dan pelayanan dan mensosialisasikan kebijakan itu di lapangan dan perlunya adanya sistem yang diwujudkan oleh negara dibantu masyarakat dalam menciptakan perlindungan terhadap hak-hak perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga.

Cite

CITATION STYLE

APA

Arif Sipahutar, B. (2022). Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Yang Menjadi Korban Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jurnal Rechten : Riset Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 4(1), 8–12. https://doi.org/10.52005/rechten.v4i1.70

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free