Penguatan Karakter Religius dan Cinta Tanah Air bagi Anak Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Ampang Selangor Malaysia

  • Fadhilah M
  • Suwantoro S
  • Rasidi R
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Realita yang ada dilapangan menunjukkan bahwa rasa cinta tanag air  dari warga negara serta masyarakat Indonesia saat ini dapat dikatakan mengalami krisis, mulai dari generasi milenial sampai generasi platinum. Bertujuan untuk memberikan Penguatan Karakter Religius dan Cinta Tanah Air bagi Anak Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Ampang Selangor Malaysia. Metode PKM ini menggunakan metode ABCD digunakan sebagai pendekatan. Metode ini berfokus pada  identifikasi, memobilisasi, dan memanfaatkan sumber daya dan aset yang ada dalam komunitas. Penguatan karakter religius dan cinta tamah air bagi anak pekerja migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Ampang Selangor Malaysia sangatlah penting. Dalam penguatan karakter religius ini untuk meningkatkan stabilitas emosional anak, mengenal identitas budaya bangsa, memahami moral dan etika bangsa Indonesia, dan dukungan sosial dari berbagai pihak. Begitu pun dengan karakter cinta tanah air untuk memahami identitas nasional sejati Indonesia, kebanggan dan loyalitas bangsa, integrasi sosial, motivasi untuk berkontribusi bagi negara Indonesia di masa datang.  Realita di lapangan menunjukkan bahwa rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial hingga generasi platinum, saat ini mengalami krisis identitas nasional. Tantangan ini semakin besar dihadapi oleh anak-anak pekerja migran Indonesia yang tinggal di luar negeri, seperti di Malaysia, yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan karakter berbasis nilai religius dan nasionalisme. Program Penguatan Karakter Religius dan Cinta Tanah Air bagi Anak Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Ampang Selangor Malaysia dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut. Program ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada identifikasi, mobilisasi, dan pemanfaatan potensi serta aset komunitas. Pelaksanaan program dilakukan dalam lima tahap: identifikasi aset, pembentukan kemitraan, pendidikan dan pelatihan, penerapan, serta evaluasi. Evaluasi program dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam karakter religius anak, yang tercermin dari peningkatan stabilitas emosional, penguatan identitas budaya, pemahaman moral dan etika, serta dukungan sosial yang lebih baik. Sementara itu, karakter cinta tanah air anak juga meningkat, ditandai dengan pemahaman yang lebih kuat terhadap identitas nasional, kebanggaan dan loyalitas terhadap bangsa, integrasi sosial di lingkungan komunitas migran, serta motivasi untuk berkontribusi bagi bangsa Indonesia di masa depan. Partisipasi aktif orang tua, guru, pengelola sanggar, dan KBRI Malaysia menjadi faktor kunci keberhasilan program. Selain memberikan dampak jangka pendek, program ini juga berpotensi berkelanjutan melalui integrasi modul penguatan karakter dalam kurikulum sanggar dan terbentuknya forum orang tua. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi di komunitas pekerja migran Indonesia di negara lain sebagai upaya strategis membangun karakter bangsa di era globalisasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fadhilah, M. N., Suwantoro, S., Rasidi, R., Wahyuni, N. S., Basyra, W., Paramita, R., … Usman, J. (2025). Penguatan Karakter Religius dan Cinta Tanah Air bagi Anak Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Ampang Selangor Malaysia. Abdi: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 364–371. https://doi.org/10.24036/abdi.v7i2.1116

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free