Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Permainan Gobak Sodor

  • Azizun Nisak A
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Kognisi atau kognitif adalah suatu proses berpikir, sebuah kemampuan individu dalam menilai, mengamati atau mengobservasi, menghubungkan, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa.  Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan yang mencirikan seseorang dengan minat, terutama ditujukan kepada ide-ide dan belajar. Kemampuan intelegensi menentukan cepat atau tidaknya, terselesaikan tidaknya suatu masalah yang sedang dihadapi. Kecerdasan merupakan kemampuan mental tertinggi yang dimiliki oleh manusia. Perkembangan kognitif anak usia dini merupakan perubahan dalam pemikiran, kecerdasan, dan bahasa anak. Proses perkembangan kognitif membuat anak mampu mengingat, membayangkan bagaimana cara memecahkan soal atau masalah, menyusun strategi kreatif atau menghubungkan kalimat menjadi pembicaraan yang bermakna. Perkembangan kognitif anak pada usia dini tampak dari kemampuan anak dalam menganalisis lingkungan disekitarnya dengan cara yang lebih kompleks. Anak menjadi lebih aktif dalam proses belajar, anak juga mulai mengajukan berbagai pertanyaan terkait hal-hal yang ada disekitarnya. Anak mengamati berbagai hal, mengatur beberapa benda berdasarkan ukuran dan bentuk, memahami cara mengelompokkan dan mencocokan benda sesuai warnanya. Mengobservasi lingkungan sekitar, Anak juga sering aktif bertanya, jika dijawab, maka timbul pertanyaan lagi, terkadang juga mencari jawaban sendiri atau biasa disebut proses pemecahan masalah. Perkembangan kognitif anak usia dini dapat dikembangkan selain dengan proses pembelajaran di lembaga pendidikan, juga bisa dengan cara bermain. Bermain adalah salah satu cara anak menyalurkan energi yang berlebih. Salah satu permainan yang mudah dimainkan anak yaitu Gobak Sodor, permainan Gobak sodor mampu mengasah kemampuan kognitif anak, berfikir cara mengalihkan perhatian teman agar bisa berlari tanpa tersentuh, mengobservasi keadaan untuk mendapatkan jalan keluar agar lolos dan tidak tertangkap teman yang menjaga garis, dan mengatur strategi dengan teman lain agar tidak tertangkap. Kata kunci: Perkembangan Kognitif, Anak Usia Dini, Permainan Gobak Sodor

Cite

CITATION STYLE

APA

Azizun Nisak, A. N. R. (2023). Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Permainan Gobak Sodor. Jurnal Bocil: Journal of Childhood Education, Development and Parenting, 1(2), 85–90. https://doi.org/10.28926/bocil.v1i2.948

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free