Analisis Modalitas Tuturan Basuki Cahaya Purnama dalam Wacana Kalijodo

  • F. Y
N/ACitations
Citations of this article
48Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Makalah ini membahas modalitas tuturan Jakarta Basuki Cahaya Purnama dalam wacana Kalijodo. Masalah dalam penelitian ini adalah bentuk modalitas tuturan, sikap, dan representasi Gubernur Jakarta, Basuki Cahaya Purnama, dalam wacana Kalijodo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modalitas menurut Alwi (1992) dan Fairclough (Santoso, 2012). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif, yakni melakukan pemaparan dan penilaian terhadap data kebahasaan melalui teori modalitas sebagai alat analisis. Hasil analisis menunjukkan terdapat sembilan bentuk modalitas deontik bermakna perintah dan/atau sembilan modalitas relasional-perintah. Jumlah modalitas tersebut sangat dominan dibanding dengan jumlah modalitas epistemik bermakna kepastian empat buah, modalitas dinamik kesanggupan satu buah, modalitas epistemik keteramalan satu buah, dan modalitas intensional permintaan satu buah. Hal tersebut merepresentasikan sikap Basuki Cahaya Purnama yang sangat memiliki kuasa. Selain itu, temuan modalitas deontik-perintah atau relasional-perintah yang dominan ditambah dengan modalitas epistemik kepastian diurutan kedua jumlahnya menunjukkan bahwa Ahok dalam menanggulangi kasus Kalijodo dengan pendekatan perintah yang tegas tanpa keraguan.

Cite

CITATION STYLE

APA

F., Y. A. (2016). Analisis Modalitas Tuturan Basuki Cahaya Purnama dalam Wacana Kalijodo. Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan, 4(2), 69–77. https://doi.org/10.31813/gramatika/4.2.2016.59.69--77

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free