Abstract
Pembelajaran tari menggunakan tembang lagu Lir-ilir, tembang ini memiliki banyak makna yang dapat diajarkan untuk anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana isi konten tari Lir-ilir anak usia dini. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Diawali dengan melakukan analisis data sekunder mengenai gambaran terkait dengan kegiatan pembelajaran seni tari lir-ilir di Taman Kanak-kanak. Dari hasil penelitian ini Tarian lir ilir memiliki banyak kandungan makna filosofis dan nilai-nilai budaya yang dapat diajarkan pada anak usia dini. Bait dari tembang tersebut ialah Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar, mempunyai makna mempunyai kesuksesan dan kebermanfaatan untuk orang lain. Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro mempunyai makna untuk tidak mudah menyerah dan tetap berusaha. Dodotiro-dodotiro kumintir bedha ing pinggir, dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore, mumpung padhang rembulane , mempunyai makna jika salah dapat segera meminta maaf. Dengan arti filosofis yang terkandung dalam tembang tersebut ketika menari anak-anak dapat diberikan pemahaman tentang makna tembang Lir-ilir.
Cite
CITATION STYLE
Rahmawati, S. C., & Pamungkas, J. (2023). Identifikasi Konten Seni Tari Lir-ilir Anak Usia Dini Yogyakarta. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 260–266. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3344
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.