KAJIAN TEKNIS PEWARNAAN BATIK DENGAN PEWARNA ALAMI DI KAMPUNG ALAM MALON GUNUNG PATI KOTA SEMARANG

  • Damayanti A
  • Haq A
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengungkap teknik dan bahan pewarna apa saja yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam kerajinan batik yang ada di kampung alam malon sehingga dapat mengangkat nilai lokalitasnya. Kampung Batik alam Malon dengan keadaan alam yang masih asri banyak tumbuhan alam yang bisa dimanfaatkan untuk membuat pewarna diantaranya yaitu pohon indigo, pohon jelawe, pohon tinggi dan lain sebagainya. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu deskriptif eksploratif. Penelusuran data akan dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, observasi dan wawancara. Pewarnaan bahan texstil batik memerlukan waktu lama serta proses yang panjang, dimulai dari persiapan bahan texstil dengan pemordanan, selanjutnya proses pemalaman, pewarnaan pertama mnimal 5 kali pencelupan, penjemuran selama 5 kali, fixaxi dengan berbagai larutan seperti tunjung, kapur dan tawas, dari proses fixaxi inilah pewarna alami dapat di variasikan memjadi berbagai pilihan warna yang diinginkan, lanjut deng proses penembokan, dan pewarnaan kembali untuk warna dasar bahan juga dilakukan selama 5 kali pencelupan. Selanjutnya proses pelorodan dan dilanjutkan dengan pembilasan pengeringan. Proses masuknya warna ke dalam serat texstil baru terlihat setelah bahan diangin-anginkan dan tidak terkena sinar matahari langsung. Masuknya pewarna alam terjadi setelah kain mendapatkan perlakuan yang berasal dari alam, untuk itu lingkungan sangat berpengaruh dalam pembuatan batik dengan pewarna alam.The purpose of the study was to determine the natural coloring technique in the batik making process in Kampung Alam Malon, Gunung Pati District, Semarang City. Kampung Batik Alam Malon with its natural conditions is still pristine, there are many natural plants that can be used to make dyes, including indigo trees, jelawe trees, tall trees and so on. The research method in this study is descriptive exploratory. Data search will be carried out by means of literature studies, observations, observations, and interviews. Batik textile coloring takes a long time and a long process, starting from the preparation of textile materials with mordant, the waxing process, the first coloring at least 5 times of dipping, drying for 5 times, fixaxi with various solutions such as tunjung, lime and alum, from this fixaxi process natural dyes can be varied into various desired color choices. Natural dyes from jelawe produce yellow, indigovera produces blue and tall produces brown.

Cite

CITATION STYLE

APA

Damayanti, A., & Haq, A. (2025). KAJIAN TEKNIS PEWARNAAN BATIK DENGAN PEWARNA ALAMI DI KAMPUNG ALAM MALON GUNUNG PATI KOTA SEMARANG. BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa, 6(1), 37–47. https://doi.org/10.26740/baju.v6n1.p37-47

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free