Abstract
Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit yang memiliki hubungan erat dengan HIV. Infeksi HIV-TB berinteraksi secara langsung (bidireksional) dan sinergis. Faktor risiko seperti sosiodemografi, pola hidup, kadar CD4, kadar Hb dan konsumsi IPT dapat mempengaruhi terjadinya koinfeksi HIV-TB.Tujuan: Memperoleh gambaran prevalensi penyakit TB pada pasien HIV dan faktor-faktor determinannya di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Merauke, Papua.Metode: Penelitian ini dilakukan pada pasien HIV yang datang ke Pokja Rumah Sakit Umum Daerah Merauke (n=107). Desain penelitian adalah cross sectional dengan instrumen penelitian berupa wawancara dan rekam medis. Analisis univariat, bivariat , dan multivariat dilakukan menggunakan program pengolahan data SPSS versi 22 dengan uji statistic Chi Square pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan kelompok pekerjaan (p=0,028), kelompok pendidikan (p=0,034), etnik/ras (p=0,042), lokasi tempat tinggal (p=0,033), kebiasaan merokok (p=0,012), aktivitas fisik (p=0,039), kadar CD4 (p=0,000), kadar Hb (p=0,000), Isoniazid Preventive Therapy (IPT) (p=0,016) berhubungan dengan koinfeksi HIV-TB.Kesimpulan: Faktor risiko berupa pekerjaan, pendidikan, etnik/ras, lokasi tempat tinggal, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, kadar CD4, kadar Hb dan konsumsi IPT berpengaruh terhadap angka kejadian koinfeksi TB pada pasien HIV.
Cite
CITATION STYLE
Maria Anggi Sylvani, Yvonne Suzy Handajani, & Lusia Gani. (2020). Faktor Risiko Komorbid HIV dan Tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Daerah Merauke. Journal Of The Indonesian Medical Association, 69(6), 211–217. https://doi.org/10.47830/jinma-vol.69.6-2019-192
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.