Abstract
Berdasarkan data pada awal januari 2024, penduduk Indonesia lebih dari 70% mengakses internet setiap hari. Internet diciptakan untuk memudahkan urusan manusia. Walaupun dalam keanyataannya dampak positif dan negative muncul dalam penggunaannya. Dalam lingkup dakwah, penguasaan digital menjadi keharusan untuk memperluas impact dakwah yang diberikan. Maka merupakan keharusan bagi da’I maupun daiyah untuk mampu bisa beradaptasi dengan kemajuan tekhnologi.sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital dan kesiapan dakwah digital mahasiswa stiba makassar. Dengan menggunakan metodologi pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat literasi digital mahasiswa berdasar pada 4 pilar literasi digital yaitu digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Pada pilar digital skills, mahasiswa stiba berada pada level rendah, sedangkan pada pilar digital slafety berada pada level rendah. Pada pilar digital culture berada pada level sedang, pada pilar digital ethics berada pada level tinggi. Adapun kesiapan dakwah digital bagi mahasiswa STIBA adalah tidak siap. Sebagai sekolah tinggi yang menjadikan dakwah sebagai program utama dalam pendidikannya, maka menjadi penting untuk berperan dalam meningkatkan literasi digital mahasiswanya dalam menghadapi perkembangan zaman dan mempersiapkan mereka dalam peran dalam dakwah digital.
Cite
CITATION STYLE
Aprianti, F., Sari, H., Rodiah, & Hawariah, A. (2024). Analisis Literasi Digital dan Kesiapan Dakwah Digital Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Makassar. SETYAKI : Jurnal Studi Keagamaan Islam, 2(3), 64–77. https://doi.org/10.59966/setyaki.v2i3.1470
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.