Abstract
Anak sakit dan yang dirawat, sekitar 95 % harus dipasang kateter intra vena perifer. Pemasangan infus dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya adalah plebitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan terhadap kejadian plebitis pada anak yang dipasang infus di ruang rawat anak RS X. Desain penelitian adalah non eksperimental. Jumlah responden sebanyak 86 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Chi Square dan uji Regresi Logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat 6 variabel independen yang mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian plebitis yaitu: lama pemasangan (p value 0,039), jenis cairan (p value 0,015), jumlah terapi (p value 0,001), tingkat pengetahuan (p value 0,000), frekuensi penusukan (p value 0,001) dan perawatan daerah insersi (p value 0,031). Hasil analisis multivariat didapatkan bahwa jumlah terapi berpeluang meningkatkan 11.1 kali terhadap kejadian Plebitis dan pengetahuan perawat yang baik berpeluang menurunkan 10.2 kali kejadian plebitis. Hasil penelitian dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat praktisi yang berkaitan dengan prosedur pemasangan infus dan pemantauan pasien anak yang mendapat berbagai terapi intravena.
Cite
CITATION STYLE
Indiyah S, S., & Yunaningsih, I. (2020). FAKTOR RESIKO DETERMINAN TERHADAP KEJADIAN PLEBITIS PADA PASIEN ANAK YANG DIPASANG INFUS. Carolus Journal of Nursing, 1(2), 152–166. https://doi.org/10.37480/cjon.v1i2.21
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.