Abstract
Education must reflect the values of everyday life, both preservative and progressive. So that educational institutions should merge with real-life values that exist in the environment. For this reason life skill education (life skill) undoubtedly to be applied and applied for students in any educational institutions tingakat. The development of life skills values in various activities in educational institutions both in classroom learning, as well as in extracurricular activities, and in religious activities is expected to foster unyielding spirit with high work ethic, creative independence, innovative in creating works in all Field, so that in the end able to create human resources that qualified for the surrounding community. Pendidikan harus merefleksikan nilai-nilai kehidupan sehari-hari, baik yang bersifat preservatif dan progresif. Sehingga lembaga pendidikan mestinya menyatu dengan nilai-nilai kehidupan nyata yang ada di lingkungannya. Untuk itulah pendidikan kecakapan hidup (life skill) niscaya untuk diterapkan dan diaplikasi bagi peserta didik di lembaga pendidikan tingakat manapun. Pengembangan nilai-nilai kecakapan hidup dalam berbagai kegiatan di lembaga pendidikan baik dalam pembelajaran di kelas, maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler, serta dalam kegiatan keagamaan diharapkan dapat menumbuhkan jiwa pantang menyerah dengan etos kerja yang tinggi, mandiri kreatif, inovatif dalam menciptakan karya-karya di segala bidang, sehingga pada akhirnya mampu menciptakan sumber daya manusia yang mumpuni bagi masyarakat sekitarnya.
Cite
CITATION STYLE
Mislaini, M. (2017). PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) PESERTA DIDIK. Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(02), 88–101. https://doi.org/10.32332/tarbawiyah.v1i02.974
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.