Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan circuit training dan interval training terhadap VO2Max pada atlet bulutangkis Usia 10-14 tahun PWS Godean Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan two group pretest-posttest design. Populasinya atlet PB PWS Godean Sleman, sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan usia 10-14 tahun berjumlah 16 atlet putra. Analisis data menggunakan uji prasyarat dilanjutkan uji hipotesis yaitu uji-t. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa metode circuit training meningkatkan kemampuan Vo2max dengan nilai t hitung 12,188 > t tabel = 2.36 dengan nilai signifikansi 0,00 dan perbedaan nilai rata-rata yaitu sebesar 8,40. dengan kenaikan persentase sebesar 20,19%. Kemudian metode interval training meningkatkan kemampuan Vo2max dengan nilai t hitung 8,819 > t tabel = 2.36 dengan nilai signifikansi 0,00 dan perbedaan nilai rata-rata yaitu sebesar 8,84. dengan kenaikan persentase sebesar 20,97%. Kemudian tidak ada perbedaan yang signifikan antara metode circuit training dan interval training terhadap VO2Max pada atlet bulutangkis Usia 10-14 tahun PWS Godean Sleman dilihat dari t hitung sebesar 0,296 dan t-tabel (df =14) = 2,14, besarnya nilai signifikansi 0,771. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan VO2Max pada atlet bulutangkis Usia 10-14 tahun PWS Godean Sleman dapat ditingkatkan melalui kedua metode latihan tersebut.S
Cite
CITATION STYLE
Alexander, B. (2021). PERBANDINGAN METODE LATIHAN CIRCUIT DAN INTERVAL TERHADAP VO2MAX ATLET BULUTANGKIS USIA 10-14 TAHUN PWS GODEAN SLEMAN. Motion: Jurnal Riset Physical Education, 11(2), 94–101. https://doi.org/10.33558/motion.v11i2.2269
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.