KONSERVASI TRADISI DIKILI PADA MASYARAKAT GORONTALO

  • Thomas A
  • Mursalim M
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fenomena yang ada pada kebudayaan masyarakat pada dasarnya merupakan stimulus untuk memperkaya khazanah keilmuan. Tradisi dalam sebuah masyarakat seringkali dijadikan identitas budaya masyarakat itu sendiri sehingga fenomena masyarakat yang mengembangkan berbagai tradisi menjadi sesuatu hal yang menarik untuk dikaji, sebagaimana budaya masyarakat Gorontalo dengan tradisi diikili.  Ketertarikan ini didasarkan bahwa pemahaman terhadap kebudayaan masyarakat akan berdampak pada pengetahuan tentang proses konservasi sebuah tradisi masyarakat melalui pendekatan komunikasi. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses internalisasi nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam tradisi diikili, untuk mengetahui pemaknaan diikili oleh masyarakat Gorontalo sebagai proses komunikasi, serta untuk mengetahui proses konservasi tradisi diikili pada masyarakat Gorontalo Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fenomenologi dengan menggunakan paradigma Interpretif. Teori yang digunakan adalah teori internalisasi, teori konservasi, dan teori komunikasi. Hasil  penelitian ini menjelaskan bahwa tradisi diikili dimaknai masyarakat gorontalo sebagai Du’a daa  yang difahami dalam arti sederhana sebagai do’a dalam kebesaran hati. Kesakralan dan kekhusukan serta antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan Diikili menjadi pertanda menyatunya nilai dalam diri , penyesuaian keyakinan, sikap, praktik dan aturan-aturan dalam tradisi masyarakat Gorontalo yang difahami sebagai proses internalisasi. Inti dari proses konservasi tradisi Diikili adalah pelaksanaan tradisi Diikili yang secara konsisten dilakukan oleh masyarakat Gorontalo , menjadikan tradisi ini sebagai pattern for behavoiur sehingga layak diwariskan dari generasi ke generasi. Tahapan Internalisasi nilai, Silaturrahmi, sosialisasi, dan konservasi pelaksanaan tradisi Diikili dimaknai sebagai proses Komunikasi. Segala  komponen yang menjadikan konservasi tradisi Diikili menjadi identitas sosial masyarakat gorontalo disimpulkan sebagai Proses Dakwah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Thomas, A. W., & Mursalim, M. A. (2023). KONSERVASI TRADISI DIKILI PADA MASYARAKAT GORONTALO. MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 103–111. https://doi.org/10.35326/medialog.v6i1.3171

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free