Diagnosis dan Tata Laksana Tinitus Pulsatil

  • Muyassaroh
  • Marliyawati D
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tinitus pulsatil merupakan kasus yang jarang dijumpai, terjadi akibat adanya gangguan vaskular atau malformasi pembuluh darah. Tinitus pulsatil umumnya terjadi unilateral, terdengar seirama dengan jantung, berdenyut dan mengganggu aktivitas. Tata laksana yang dilakukan adalah mengatasi penyebab tinitus dan manajemen diri untuk mengurangi gejala tinitus. Tujuan laporan kasus ini memaparkan kasus tinitus pulsatil. Kasus pertama, perempuan 51 tahun keluhan utama telinga kanan berdengung disertai nyeri kepala dan hiperlipidemia. Otoskopi dan hasil pemeriksaan audiologi telinga kanan normal. Hasil Transcranial Color-Coded Duplex (TCCD)  didapatkan stenosis arteri cerebri. Hasil Digital Substraction Angiography (DSA) didapatkan stenosis di sinus transversosigmoid junction kanan. Hasil MRI tak tampak neurovascular compression. Kasus kedua, perempuan 57 tahun telinga kanan berdengung, bila leher ditekan suara dengung berkurang, otoskopi dan hasil pemeriksaan audiologi dalam batas normal.  Hasil TCCD & DSA didapatkan stenosis arteri cerebri. Hasil MRI terdapat singgungan antara anterior inferior cerebellar artery dengan proksimal nervus vestibulocochlearis kanan.  Kedua kasus dilakukan konseling, habituasi dengan hasil tinitus menetap, pasien teradaptasi dengan tinitusnya. Telah dilaporkan 2 kasus tinitus pulsatil yang diakibatkan oleh stenosis arteri carotis. Kedua kasus ini dilakukan tata laksana habituasi, konseling.  Hasil dari evaluasi adalah tinitus menetap dan teradaptasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muyassaroh, & Marliyawati, D. (2023). Diagnosis dan Tata Laksana Tinitus Pulsatil. Jurnal Kedokteran Meditek, 29(1), 41–44. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2320

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free