Abstract
Simbol-simbol umat Hindu di Bali umumnya berupa benda-benda dengan berbagai bentuk atau menggunakan kain dengan warna-warna tertentu Karya. Hal ini menunjukkan warna mempunyai arti penting bagi umat Hindu dalam melaksanakan pemujaan. Salah satu perpaduan warna yang sering digunakan adalah perpaduan warna hitam dan putih yang dikonfigurasikan sedemikian rupa pada selembar kain. Kain poleng begitulah kain yang bercorak mirip papan catur yang sering kita jumpai. Kain poleng memiliki makna dan filosofi tersendiri di setiap jenis kainnya. Sedangkan kata Poleng memiliki istilah warna hitam dan putih yang merupakan simbol dari keseimbangan alam. Simbol tersebut bernama Rwabhineda menurut faham Hindu. Dari fenomena tersebut karya ini tercipta. Poleng merupakan komposisi kreasi baru yang dikemas dengan tetap bernuansa tradisi. Karya ini adalah interpretasi dari mekanisme rupa poleng Rwabihineda yang bertitik focus karya dua sifat yang saling bertolak belakang. Karya Poleng menggunakan gamelan Semarpegulingan sebagai media ungkap. Proses penciptaan karya ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu rangsang awal yang dipadukan dengan konsep Alma M. Hawkins dalam buku Creating Trough Dance yang terdiri dari eksplorasi, improvisasi, pembentukan. Karya ini diwujudkan dalam bentuk tabuh kreasi yang masih berpijak pada ranah tradisi, pembaharuan yang terdapat pada karya ini terletak pada formulasi pengembangan pola –pola musik sebagai dasar pembentukan karya.
Cite
CITATION STYLE
Aditya Putra, I. K. A., Yudarta, I. G., & Santosa, H. (2022). Musical Creation “Poleng” | Musik Kreasi Poleng. GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 2(1), 55–61. https://doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v2i1.416
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.