Abstract
Al-Qur’an hadir sebagai rahmatan lil alamin dan pedoman bagi kehidupan harmonis. Umat Islam mempercayainya sebagai kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk mewujudkan kedamaian dan harmoni. Namun, pada era modern, kondisi ini sering bertolak belakang dengan idealitas yang diharapkan, seperti kasus perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri 1444 H yang memicu konflik sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Al-Qur’an sebagai instrumen harmonisasi dalam perspektif moderasi beragama. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, dengan fokus pada konflik di Bantul, Yogyakarta. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi, tenggang rasa, dan harmonisasi dalam umat Islam semakin memudar, dipicu oleh kecemburuan sosial dan minimnya pemahaman moderasi beragama. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan agar BRIN mendukung riset yang sejalan dengan kebijakan moderasi beragama Kementerian Agama, serta pentingnya implementasi nilai-nilai moderasi beragama untuk membangun umat Islam sebagai ummatan wasatan.
Cite
CITATION STYLE
Mohammad Jailani. (2024). Membendung Perbedaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H antara BRIN dan Muhammadiyah: Tinjuan al-Qur’an sebagai Konsep Dakwah Berbasis Moderasi Beragama yang Harmoni. IQTIDA : Journal of Da’wah and Communication, 4(2), 174–199. https://doi.org/10.28918/iqtida.v4i2.8886
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.