Abstract
Berberapa kota di wilayah Indonesia merupakan daerah tropis yang memiliki tingkat kerawanan petir yang cukup tinggi salah satunya kota jayapura. Kondisi demografi membuat hingga sering terjadinya sambaran petir dan masuk ke dalam kategori wilayah yang memiliki tingkat kerawanan petir yang cukup tinggi. Salah satu yang menyebabkan dari gangguan yang sering terjadi pada sistem tegangan tinggi berasal dari petir. Untuk itu dibutuhkannya optimalisasi gangguan yang mungkin saja terjadi dengan pengaturan jarak antara lightning arrester dengan transformator sehingga dapat memperkecil tingkat gangguan yang dapat terjadi akibat surja petir. Lightning arrester merupakan salah satu alat proteksi yang digunakan untuk melindungi peralatan terhadap hubung singkat dan surja petir. Dari hasil dan Analisa yang telah dilakukan diperoleh hasil dengan jarak 4,11m dan 4,40m yang memiliki nilai tegangan impuls akibat surja yang tiba pada transformatornya di Gardu Induk Skyline sebesar 114,22kV dan 114,80kV. Sedangkan jarak yang optimal dari penempatan lightning arrester dengan transformator berada pada jarak 0,58m pada jarak tersebut diperoleh besar nilai tegangan impuls akibat surja yang tiba pada transformator sebesar 107,16 kV. Adapun nilai tegangan impuls akibat surja ini lebih kecil jika dibanding dengan nilai tegangan impuls akibat surja yang didapatkan dari lightning arresternya terpisah dengan transformator. Sehingga pada penelitian ini dapat disimpulkan penempatan lightning arrester yang baik diharuskan sedekat mungkin dengan peralatan yang dilindunginya agar dapat menetralisir gangguan yang dapat terjadi.
Cite
CITATION STYLE
Pasra, N., Samsurizal, S., & Tresya, K. (2022). Optimasi Gangguan Surja Petir Dengan Pengaturan Jarak Lightning Arrester. Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-Elektronika-Telekomunikasi-Komputer, 11(1). https://doi.org/10.36055/setrum.v11i1.14514
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.