Ketidakadilan Gender melalui Sastra: Kekerasan terhadap Perempuan dalam Novel Kembang Jepun

  • Besse Syukroni Baso
N/ACitations
Citations of this article
55Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fenomena buruk dalam lingkungan sosial menunjukkan bahwa perempuan senantiasa dijadikan sasaran empuk bagi laki-laki yang merasa memunyai kekuasaan. Perbudakan masih terjadi di mana-mana, budak nafsu, budak ekonomi, budak kesewenang-wenangan, pemukulan, penganiayaan, pelecehan seksual, pemaksaan perempuan menjadi pekerja seks, perdagangan, dan eksploitasi perempuan dalam berbagai bentuk. Berdasar dari permasalahn tersebut maka dilakukan kajian secara kualitatif tentang Ketidakadilan Gender Melalui Sastra yang difokuskan pada Kekerasan terhadap Perempuan dalam Novel Kembang Jepun. Teknik analisis data yang dimaksud adalah  perpaduan antara metode analisis isi (content analysis) "positivistik kualitatif" yang dikembangkan oleh Holstik, serta model analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kekerasan terhadap perempuan merupakan manifestasi penundukan yang berbasis kelas yang menempatkan perempuan dalam posisi yang lebih inferior dibandingkan dengan laki-laki. Ketidaksetaraan kekuatan yang ada dalam masyarakat menyebabkan munculnya bentuk kejahatan yang bisa dikategorikan sebagai kekerasan gender, seperti pemerkosaan, penyiksaan yang mengarah kepada organ alat kelamin, kekerasan dalam bentuk pelacuran, serta pelecehan seksual

Cite

CITATION STYLE

APA

Besse Syukroni Baso. (2021). Ketidakadilan Gender melalui Sastra: Kekerasan terhadap Perempuan dalam Novel Kembang Jepun. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 1(1), 118–129. https://doi.org/10.53769/deiktis.v1i1.119

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free