Abstract
Hadis sebagai sumber ajaran Islam kedua (the second texts) muatannya berisikan tentang doktrin, perintah, larangan, etika dan tuntunan kehidupan manusia. Semua itu terangkum dalam matan atau redaksi hadis. Agar isi teks sebuah hadis benar-benar dapat dipertanggungjawabkan sebagai argumentasi hukum maka sanad hadis yang menjadi barometernya. Kesahihan matan tidak mesti berbanding lurus dengan kesahihan sanad, keduanya tidak dapat dipisahkan, ibarat dua sisi mata uang kalau dihilangkan sisi satunya, maka uang tidak ada nilainya
Cite
CITATION STYLE
Evendi, E. (2022). Daif Hadith in Islamic Law Issues according to Abu Hanifah. Jurnal AlifLam: Journal of Islamic Studies and Humanities, 3(1), 291–301. https://doi.org/10.51700/aliflam.v3i1.295
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.