PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA: KONSEPSI FILSAFAT ISLAM

  • Zakiah S
N/ACitations
Citations of this article
89Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Pendidikan Islam tidak membeda-bedakan etnik, ras dan lain sebagainya. Manusia semuanya adalah sama, yang membedakannya adalah ketakwaan mereka kepada Allah SWT. Dalam Islam, pendidikan multikultural mencerminkan bagaimana tingginya penghargaan Islam terhadap ilmu pengetahuan dan tidak ada perbedaan di antara manusia dalam bidang ilmu. Di Indonesia pendidikan multikultural merupakan pendekatan progresif untuk melakukan transformasi pendidikan secara menyeluruh untuk membongkar praktik-praktik diskriminatif dalam proses pendidikan. Pendidikan multikultural didasarkan pada gagasan keadilan sosial dan persamaan hak dalam pendidikan. Tulisan ini mengkritisi James Banks yang menjelaskan bahwa pendidikan multikultural memiliki lima dimensi yang saling berkaitan, namun idelanya dalam pembelajaran hanya membutuhkan penanaman kesadaran kepada siswa yang berdasar pada nilai-nilai kebersamaan dan ke Islaman serta memfasilitasi proses belajar mengajar yang mengubah perspektif monokultural yang esensial, penuh prasangka dan diskriminatif ke perspektif multikulturalis yang menghargai keragaman dan perbedaan, toleran dan sikap terbuka. Key word: Pendidikan, Multikultural dan Islam

Cite

CITATION STYLE

APA

Zakiah, St. (2018). PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA: KONSEPSI FILSAFAT ISLAM. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 76–89. https://doi.org/10.33477/alt.v3i1.419

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free