GLOBALISAI MELAYU: Peluang dan Tantangan Membangun Identitas Melayu dalam Konteks Modernitas

  • Sanusi I
N/ACitations
Citations of this article
83Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This article discusses Malay globalization. Actually, what the Malays call is not an ethnic or ethnic community as many people today understand. It is time for Malays to collectively refine their view of Malay by building a different paradigm in a horizontal level through a not-cramped perspective of lokaism, since Malay is something that is not single (heterogeneous). In the identification and revitalization of Malay it is actually needed support from various components, both intellectuals and experts, as well as the holders and policy makers in several Malay rural countries. Thus expected the birth of a kind of strategic alliance between Malays in order to develop science and technology, politics, economics, culture, education and others. In any case, in the context of the modernity of Malay civilization that has found its identity will become more advanced as well as will be able to influence the great civilization of the world-if it can reverse the state of the hegemony into a hegemonizing culture.Artikel ini membahas tentang globalisasi Melayu. Sebenarnya apa yang disebut orang Melayu bukanlah suatu komunitas etnik atau suku bangsa sebagaimana dimengerti banyak orang dewasa ini. Sudah saatnya orang Melayu secara kolektif membenahi pandangannya tentang Melayu dengan cara membangun paradigma yang berbeda dalam tataran horizontal melalui perspektif yang tidak sempit lokaisme, karena Melayu itu adalah sesuatu yang tidak tunggal (heterogen). Dalam identifikasi dan revitalisasi Melayu itu sesungguhnya dibutuhkan dukungan dari berbagai komponen, baik intelektual dan ahli, maupun para pemegang dan pengambil kebijakan di beberapa Negara rumpun Melayu. Dengan demikian diharapkan lahirnya semacam aliansi strategis antara Melayu dalam rangka mengembangkan Iptek, politik, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain. Sehingganya, dalam konteks modernitas peradaban Melayu yang telah menemukan jati dirinya akan menjadi lebih maju sekaligus akan mampu mempengaruhi peradaban besar dunia—kalau bisa membalikkan keadaan dari yang ter-hegemoni menjadi budaya yang meng-hegemoni.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sanusi, I. (2017). GLOBALISAI MELAYU: Peluang dan Tantangan Membangun Identitas Melayu dalam Konteks Modernitas. Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(02), 34–49. https://doi.org/10.32332/tarbawiyah.v1i02.956

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free