Ketangguhan mental dan kecemasan olahraga pada atlet remaja: analisis berdasarkan jenis kelamin

  • Otellie Kanya Sahasika
  • Miftakhul Jannah
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Karena erat kaitannya dengan performa atlet, stabilitas emosional, dan kesejahteraan psikologis, kesehatan mental remaja merupakan topik penting dalam psikologi olahraga. Menggunakan pendekatan korelasi kuantitatif, penelitian ini menyelidiki hubungan antara kecemasan olahraga dan ketahanan mental pada atlet muda dianlisis berdasarkan jenis kelamin. Dua kuesioner standar digunakan dalam studi ini: Sport Mental Toughness Questionnaire (SMTQ) dan Sport Anxiety Scale (SAS). Pemilihan purposif digunakan untuk memilih 190 peserta secara total, dan sampel penelitian terdiri dari atlet remaja berusia 15-19 tahun dari berbagai cabang olahraga kompetitif. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26 dan uji korelasi Pearson. Hasil menunjukkan bahwa kecemasan olahraga dan ketahanan mental memiliki korelasi yang kuat dan positif, menunjukkan bahwa ketahanan mental memengaruhi respons kecemasan kognitif adaptif pada pemain remaja. Temuan ini secara teoritis mendukung model psikologis ketahanan mental dan meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana kecemasan berfungsi sebagai persiapan emosional dalam konteks olahraga kompetitif. Pelatih, psikolog olahraga, dan fasilitas pelatihan atlet dapat memanfaatkan temuan penelitian ini secara praktis untuk mengembangkan program intervensi psikologis yang menyeimbangkan manajemen kecemasan dan pembentukan kesehatan mental.Karena erat kaitannya dengan performa atlet, stabilitas emosional, dan kesejahteraan psikologis, kesehatan mental remaja merupakan topik penting dalam psikologi olahraga. Menggunakan pendekatan korelasi kuantitatif, penelitian ini menyelidiki hubungan antara kecemasan olahraga dan ketahanan mental pada atlet muda dianlisis berdasarkan jenis kelamin. Dua kuesioner standar digunakan dalam studi ini: Sport Mental Toughness Questionnaire (SMTQ) dan Sport Anxiety Scale (SAS). Pemilihan purposif digunakan untuk memilih 190 peserta secara total, dan sampel penelitian terdiri dari atlet remaja berusia 15-19 tahun dari berbagai cabang olahraga kompetitif. Data dianalisis memakai perangkat lunak SPSS versi 26 dan uji korelasi Pearson. Hasil menunjukkan bahwa kecemasan olahraga dan ketahanan mental memiliki korelasi yang kuat dan positif, menunjukkan bahwa ketahanan mental memengaruhi respons kecemasan kognitif adaptif pada pemain remaja. Temuan ini secara teoritis mendukung model psikologis ketahanan mental dan meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana kecemasan berfungsi sebagai persiapan emosional dalam konteks olahraga kompetitif. Pelatih, psikolog olahraga, dan fasilitas pelatihan atlet dapat memanfaatkan temuan penelitian ini secara praktis untuk mengembangkan program intervensi psikologis yang menyeimbangkan manajemen kecemasan dan pembentukan kesehatan mental.

Cite

CITATION STYLE

APA

Otellie Kanya Sahasika, & Miftakhul Jannah. (2025). Ketangguhan mental dan kecemasan olahraga pada atlet remaja: analisis berdasarkan jenis kelamin. Jurnal Pedagogik Olahraga, 11(2), 600–610. https://doi.org/10.24114/jpor.v11i2.72026

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free