Deteksi bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans pada pasien periodontitis kronis

  • . A
  • . A
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Insiden terjadinya penyakit periodontitis kronis dilaporkan cukup tinggi di Indonesia. Hasil survei di Pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi, pada usia 35-44 tahun sebesar 88,67%. Penyakit ini merupakan penyebab kehilangan gigi pada kelompok usia 35 tahun ke atas. Periodontitis kronis adalah penyakit inflamasi yang menyebabkan kerusakan jaringan penyangga gigi. Patogenesis terjadinya merupakan penyakit multifaktorial, salah satu penyebabnya adalah bakteri periodontopatogen. Akumulasi metabolisme bakteri pada permukaan jaringan keras mulut dianggap sebagai penyebab utama periodontitis kronis. Lebih 400 spesies telah diisolasi dan ditandai dalam plak gigi. Akumulasi bakteri pada gigi yang merangsang respon inflamasi secara reversibel. Tujuan penelitian ini adalah yaitu untuk mendeteksi apakah terdapat bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans sebagai salah satu bakteri patogen utama pada pasien periodontitis kronis yang datang berobat di RSGM Halimah Daeng Sikati, Universitas Hasanuddin. Hasil dari penelitian yang menggunakan metode eksperimental laboratories ini, pada 25 sampel ditemukan prevalensi bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans sebanyak 32,0%.

Cite

CITATION STYLE

APA

. A., & . A. (2018). Deteksi bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans pada pasien periodontitis kronis. Makassar Dental Journal, 1(4). https://doi.org/10.35856/mdj.v1i4.60

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free