Abstract
Candida albicans merupakan jamur yang hidup sebagai flora normal pada bagian tertentu tubuh manusia yang seketika dapat menjadi patogen jika penderita mengalami perubahan atau penurunan daya tahan tubuh. Salah satu diagnosis untuk jamur Candida albicans ini adalah melakukan biakan, yaitu mengisolasi pada media pertumbuhan seperti Sabouraud Dextrose Agar (SDA), namun dibeberapa daerah kesulitan untuk menggunakan media tersebut alasannya adalah harga nya yang cukup mahal. Biji nangka mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh jamur seperti protein, karbohidrat dan mineral-mineral lainya, sehingga dapat menumbuhkan jamur Candida albicans, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumLah koloni jamur Candida albicans pada media SDA dan media modifikasi biji nangka. Metode penelitian yang digunakan adalah true experiment. Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi IKesT Muhammadiyah Palembang dengan jumLah sebanyak 32 sampel. Hasil penelitian dengan nilai rata-rata jumLah koloni jamur Candida albicans pada media SDA 112 CFU/mL dan media modifikasi biji Nangka 156 CFU/mL. Uji Wilcoxon didapatkan nilai p ? 0,05 dengan nilai 0,000. Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan pada media SDA dan media modifikasi biji Nangka.
Cite
CITATION STYLE
Prayoga, A., Bastian, B., & Aristoteles, A. (2023). PERBEDAAN JUMLAH KOLONI JAMUR Candida albicans PADA MEDIA Sabouraud Dextrose Agar (SDA) DAN MEDIA MODIFIKASI BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus lamk). Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS), 4(1), 78–86. https://doi.org/10.53699/joimedlabs.v4i1.142
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.