Abstract
Desa Pakis berpotensi sebagai penghasil ubi ungu. Tahun 2020 mampu produksi tertinggi 344,5 Ton dan over produksi. Dampaknya harga jatuh, tidak terserap pasar. Kelompok wanita tani Reangganis tidak mampu men-supplay produk ubi olahan pada saat pasar terbuka. Oleh karenanya program pemberdayaan KWT Rengganis berupa edukasi teknis pengolahan dan transfer teknologi tepat guna cabinet drayer dimodifikasi dan diadaptasikan kebutuhan local agar memiliki keunggulan yang lebih baik dalam kontinyuitasan produksi dan meningkatkan nilai tambah. Kegiatan dilaksanakan bulan September hingga Nopember 2022 dengan pendekatan partisipatif, melibatkan kelompok wanita tani Remgganis. Hasil menujukkan peningkatan kemampuan menggunakan alat pengering cabinet drayer otomatis untuk mengolah ubi ungu menjadi produk kering dan tepung yang bermutu apabila dibandingkan menggunakan teknik pengeringan energi panas matahari. Alat cabinet drayer memiliki kelayakan usaha dan mampu memperbaiki kualitas warna ubi ungu kering lebih cerah, bersih, renyah, dan juga berkontribusi pada proses penepungan yang lebih mudah.
Cite
CITATION STYLE
Tanti Kustiari, Dewi Kurniawati, Nur Asyia Alfiyani, U. Widarti, & M. Haved Muhdor. (2023). PENGOLAHAN UBI UNGU DENGAN ALAT KABINET DRYER LOKAL PADA KELOMPOK WANITA TANI RENGGANIS DESA PAKIS KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER. J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(8), 6037–6050. https://doi.org/10.53625/jabdi.v2i8.4734
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.