STRATEGI PENOLAKAN DALAM BAHASA BALI: KONSTRUKSI GENDER

  • Suar Adnyana I
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penggunaan bahasa tidak terlepas dari konteks situasi penggunaan bahasa. Oleh karena itu, setiap anggota guyub tutur bahasa tertentu harus menaati segala bentuk nilai dan tata aturan yang berlaku dalam guyub tertentu dalam berbahasa  sehingga bahasa dapat difungsikan dengan baik. Kegagalan pragmatik (pragmatic failure) dapat mengakibatkan  miskomunikasi sehingga akan menghambat proses komunikasi. Pesan yang disampaikan tidak dapat dipahami oleh peserta wicara. Disamping itu, keberhasilan dalam berkomunikasi sangat ditentukan oleh strategi linguistik yang dipakai oleh peserta wicara. Budaya yang berbeda akan menentukan perbedaan strategi dalam berkomunikasi. Salah satu strategi dalam berkomunikasi adalah strategi kesantunan dalam penolakan  sebuah permintaan (request), undangan (invitation), saran (suggestion), dan penawaran (offer). Antara satu bahasa dan budaya mempunyai strategi yang berbeda dalam melakukan penolakan. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi penggunaan strategi penolakan antara lain perbedaan status sosial antara peserta wicara, gender, jarak sosial  antara peserta wicara. Taksonomi yang digunakan dalam kajian ini adalah taksonomi  Beebe dkk. (1990). Subjek dalam penelitian ini adalah dosen di Universitas Dwijendra yang berjumlah 102 orang. Sampel penelitian ditetapkan 50 orang dosen yang terdiri dari 25 dosen perempuan dan 25 dosen laki-laki. Instrumen pengumpulan data adalah DCT (Discourse Completion Test). Hasil kajian menunjukkan bahwa ada perbedaan penggunaan strategi penolakan antara dosen perempuan dan dosen laki-laki. Dosen laki-laki kecenderungannya lebih banyak menggunakan strategi langsung dan dosen perempuan kecenderungannya menggunakan strategi tidak langsung.

Cite

CITATION STYLE

APA

Suar Adnyana, I. K. (2022). STRATEGI PENOLAKAN DALAM BAHASA BALI: KONSTRUKSI GENDER. Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 125–129. https://doi.org/10.51817/kimli.vi.35

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free