Abstract
Bullying atau perundungan menempati urutan keempat dalam kasus kekerasan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu bentuk bullying adalah body shamming. Dampak body shaming terhadap perilaku sosial siswa adalah menarik diri dari lingkungan sosial hingga menyebabkan seseorang menjadi depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan body shaming terhadap perilaku sosial siswa di SMP Puja Handayani Palembang. Metode penelitian deskriftif kuantitatif dengan analisis data menggunakan regresi dengan pengolahan data menggunakan bantuan statistik (SPSS versi 20). Jumlah populasi 93 orang siswa. Sampel ditentukan berdasarkan hasil pretest bahwa 50 orang siswa dalam pengisian angket mengalami tindakan body shaming di sekolah. Hasil post test menunjukkan kategori body shaming yang dialami siswa berada pada level tinggi yaitu 32% (16 orang), 60% (30 orang) mengalami body shaming pada kategori sedang dan 8% (4 orang) mengalami body shaming pada kategori rendah. Penelitian ini menggunakan signifikansi 0.010 ≤ α (0.05). Berdasarkan data lapangan lebih dari separuh jumlah populasi siswa mengalami perlakuan bullying di sekolah. Besdasrkan (R Square diperoleh = 0.215) body shaming berkontribusi terhadap perubahan perilaku sosial siswa artinya sumbangan variabel body shamming besarnya 21.5% menyebabkan terganggunya perilaku siswa dalam bersosialisasi di sekolah, sisa dipengaruhi oleh faktor di luar variabel ini.
Cite
CITATION STYLE
Fauzy, T., & Putri, S. L. (2021). PENGARUH BODY SHAMING TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA SMP PUJA HANDAYANI PALEMBANG. Jurnal Komunikasi Dan Budaya, 2(2), 268–276. https://doi.org/10.54895/jkb.v2i2.956
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.