Abstract
Malam balacuik merupakan tradisi budaya upacara pernikahan di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Tradisi ini mengandung simbol berupa benda, hubungan sosial, dan ucapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik situasi, makna produk interaksi sosial, dan makna interpretasi dalam tradisi malam balacuik. Metode penelitian ini kualitatif dan menerapkan teori interaksi simbolik Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa malam balacuik mempunyai makna situasi simbolik berupa objek fisik yaitu palacuik, kain panjang, inai, bunga rampai, gong, singgang ayam, dulang tinggi, carano, lapiak balambak, dan payung yang dilapisi kain putih. Objek sosial berupa baetongan, meminta maaf kepada pihak yang hadir, baiyeh, balacuik, dan makan basamo. Makna produk interaksi sosial dalam malam balacuik dilihat dari sudut pandang tokoh adat, pemuda, orang tua, dan calon marapulai. Makna interpretasinya adalah tindakan tertutup dan terbuka para pelaku tradisi malam balacuik.
Cite
CITATION STYLE
Febrianti, R. A., Mustaqimmah, N., & Yesicha, C. (2024). Makna Simbolik Tradisi Malam Balacuik dalam Pernikahan di Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Komunikasiana: Journal of Communication Studies, 6(1), 57. https://doi.org/10.24014/kjcs.v6i1.29954
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.