Ketahanan Rasa Malu Perempuan Jawa Korban Body Shaming

  • Gratia Wurry Andani S
  • Satyo Yuwono E
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Body shaming dapat terjadi karena didorong oleh tekanan sosial yang ada di masyarakat termasuk kaum perempuan mengenai bentuk tubuh dan pola pikir yang baru membuat individu cenderung impulsif. ada stereotip tentang bentuk tubuh ideal. Bahkan, citra tubuh ideal tidak terlepas dari konteks budaya seperti dalam perspektif budaya Jawa. Dibutuhkan proses ketahanan rasa malu yang berkontribuasi dalam penyembuhan, pemulihan, dan pertumbuhan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ketahanan rasa malu perempuan Jawa korban body shaming. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini merupakan perempuan Jawa yang mengalami perlakuan body shaming yang diperoleh dari teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan ketahanan rasa malu perempuan Jawa dalam tiga tema utama yakni: adaptasi membentuk ketahanan rasa malu, dukungan sosial menciptakan ketahanan rasa malu, dan juga peningkatan harga diri mengembangkan ketahanan rasa malu yang dialami perempuan Jawa akibat perlakuan body shaming

Cite

CITATION STYLE

APA

Gratia Wurry Andani, S., & Satyo Yuwono, E. (2024). Ketahanan Rasa Malu Perempuan Jawa Korban Body Shaming. Syntax Idea, 6(6), 2674–2678. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i6.3458

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free