Pembelajaran sejarah melalui folklore Ki Ageng Mangir untuk penanaman nilai kearifan lokal

  • Wibowo B
  • Miranti M
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penanaman nilai kearifan lokal melalui pembelajaran sejarah lokal berbasis folklore. Mengingat ada masalah bagaimana penanaman nilai kearifan melalui rekonstruksi folklore Ki Ageng Mangir pada siswa X IPS SMA Muhammadiyah Bantul. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang berusaha menjabarkan pelaksanaan nilai-nilai tatkala berlangsungnya pembelajaran sejarah di kelas, terutama saat menghadirkan cerita sejarah Ki Ageng Mangir. Pengumpulan data dengan melaksanakan observasi untuk mengamati kegiatan pembelajaran, wawancara siswa dan dokumentasi kegiatan. Hasil temuannya diproses dengan analisis interaktif serta triangulasi metode. Penelitian tersebut menghasilkan temuan bahwa siswa kelas X IPS SMA Muhammadiyah Bantul dapat membantu mendorong peningkatan nilai kearifan lokal yang ada di folklore kisah Ki Ageng Mangir terutama segi budaya, religius, seni, moral. Selain itu peningkatan kompetensi berpikir kritis siswa muncul karena dalam pembelajarannya mengkaitkan materi folklore dengan praktik pada saat melaksanakan hidup sehari-hari. Sehingga siswa merasakan ikatan lebih kuat dengan identitasnya dan menjadi agen perubahan yang peduli pada pelestarian serta pengembangan budaya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wibowo, B. A., & Miranti, M. (2023). Pembelajaran sejarah melalui folklore Ki Ageng Mangir untuk penanaman nilai kearifan lokal. AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA, 13(2), 221–232. https://doi.org/10.25273/ajsp.v13i2.14368

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free