Abstract
Ibnu Hazm (384-456 H/994-1064 M) adalah salah seorang ulama besar brilian, ternama dalam pemikiran- pemikiran keislaman di dunia Islam di awal abad ke X Masehi di Andalusia (Spanyol). Penguasaan multi disiplin keilmuan, senantiasa menyemangati dan mewarnai alam pemikiran- pemikirannya. Berbagai sebutan populer sebagai sosok ilmuan dan ulama melekat padanya, selain sebutan sebagai sosok ekonom Islam. Namun, ranah pemikiran-pemikirannya khususnya dibidang fikih ekonomi Islam, tidak dapat dinafikan sebagai kontribusi ilmiah dalam bidang ekonomi Islam hingga zaman ini. Pemenuhan tentang hak-hak asasi manusia yang berkenaan dengan akan kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan hidup, terutama dalam hal ini di kalangan para tenaga kerja, merupkan suatu yang di fardhukan untuk direalisasikan oleh pihak pemerintah, pengusaha sesuai dengan perjanjian kontrak kerja.
Cite
CITATION STYLE
HM, M. S. (2016). Pemikiran Fikih Ekonomi Ibnu Hazm tentang Kesejahteraan Tenaga Kerja. IQTISHADIA: Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah, 3(2), 199. https://doi.org/10.19105/iqtishadia.v3i2.1075
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.