Abstract
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi emisi gas buang atau polusi yang dihasilkan mesin berbahan bakar minyak bumi dengan membuat reaksi pembakaran berlangsung sempurna pada perahu nelayan dengan memperkaya sumber oksigen pada bahan bakarnya yaitu dengan menambahkan zat aditif dengan senyawa yang kaya oksigen dan dapat larut dalam bahan bakar tersebut. Salah satu alternatif aditif yang baik dan ramah lingkungan dan sudah dikembangkan adalah menggunakan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini difokuskan mengenai potensi minyak atsiri daun cengkeh yaitu eugenol, kariofilen, rhodinol dan sitronellal sebagai bioaditif pada bahan bakar solar untuk mengurangi emisi yang dihasilkan dari proses pembakaran pada mesin perahu nelayan. Bahan bioaditif yang digunakan dalam penelitian adalah minyak daun cengkeh dan senyawa eugenol dan kariofilen yang terkandung pada minyak daun cengkeh. Hasil pengujian emisi penambahan bioaditif minyak daun cengkeh menurunkan kadar CO 30%, NO 36%, SO 12% dan total partikulat 30%, Eugenol menurunkan kadar CO 37%, NO 38%, SO 32% dan total partikulat 40%, Kariofilen menurunkan kadar CO 24%, NO 19%, SO 33% dan total partikulat 16%. Sehingga dari sini penambahan minyak atsiri dari daun cengkeh sebagai solusi efektif dalam menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi.
Cite
CITATION STYLE
Purnama, B., Herman, A. P., Rif’at, M., Ramadhana, M. R., Risai, F., & Setiyoputra Suharto, H. (2021). Minyak Daun Cengkeh Sebagai Bioaditif Bahan Bakar Solar Perahu Nelayan Untuk Menurunkan Konsumsi Bahan Bakar. Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan, 120–124. https://doi.org/10.62012/zl.v2i3.18958
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.