Abstract
Regionalisme memiliki 2 macam yaitu Vernakularisme yang bentukannya dibatasi skala dan fungsi dan terdapat juga regionalisme modern yang penekannya pada bentuk dan materialnya. Critical regionalism masih tetap meneruskan tradisi seperti yang ada pada regionalism tetapi lebih banyak mengikuti unsur modernisasi. Glenn Murcutt memiliki teori yang sesuai dengan critical regionalism yaitu terdapat identitas serta kearifan lokal, selain itu juga kontekstual, dengan sustainable architecture, serta high tech culture yang turut berperan, dan desain bangunan haruslah ramah lingkungan. Rumusan masalah tentang bagaimana penerapan yangcritical regionalism pada bangunan Marika Alderton Housed dan Museum Tsunami Aceh. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif melaluli tinjauan literature. Penerapan critical regionalisme adalah pada bangunan Marika Alderton House di Australia yang mengambil nilai tradisional masyarakat Aborigin dan material prefebrikasi ramah lingkungan. Bangunan yang kedua adalah penerapan pada Museum Tsunami Aceh yang ada di Indonesia dengan tema Escape Hill sebagai kenangan atas peristiwa Tsunami Aceh. Kearifan local yang diambil adalah konsep rumah tradisional yang berupa panggung dan tarian saman sebagai secondary skin. saran yang penulis ajukan ialah hendaknya penelitian selanjutnya memperdalam dan mengembangkan ruang lingkup tentang penerapan teori critical regionalism agar menjadi optimal dalam mendapatkan data yang diperlukan.
Cite
CITATION STYLE
Regina, F. M., & Roosandriantini, J. (2024). Penerapan Critical Regionalism Pada Bangunan Marika Alderton House dan Museum Tsunami Aceh. Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur, 3(2), 73–87. https://doi.org/10.37477/lkr.v3i2.667
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.