Abstract
Penggunaan kearifan lokal dalam pendidikan bahasa di tingkat sekolah menengah atas (SMA) masih terbatas, meskipun memiliki potensi besar untuk memperkaya pembelajaran bahasa dan memperkuat identitas budaya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan peribahasa Jawa "Manjing Ajur Ajer" sebagai alat pendidikan bahasa di SMA. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, melalui wawancara dan kuesioner kepada siswa dan guru bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang peribahasa ini bervariasi, dengan sebagian besar siswa mengaitkannya dengan konsep kerja keras dan kejujuran, sementara sebagian lainnya mengalami kesulitan dalam meresapi makna yang lebih mendalam. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran bahasa yang lebih holistik dan berbasis budaya di SMA. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kurikulum yang inklusif, pelatihan yang memadai bagi guru, serta penelitian lanjutan untuk memperdalam pemahaman tentang potensi penggunaan kearifan lokal dalam pendidikan bahasa. Dengan mengimplementasikan rekomendasi ini, pendidikan bahasa di SMA dapat menjadi lebih relevan, inklusif, dan berdaya saing dalam konteks global yang terus berkembang.
Cite
CITATION STYLE
Efendi, A., Tri Widiatmi, R. Adi Deswijaya, & Bambang Ikhwanto. (2024). Menjembatani Bahasa dan Budaya: Memanfaatkan “Manjing Ajur Ajer” Sebagai Alat Pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah Atas Indonesia. Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture, 6(1), 45–50. https://doi.org/10.32585/kawruh.v6i1.5182
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.