Sketsa Minoritas dan Hak di Aceh

  • Abdullah O
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dari segi bahasa, rivalitas itu terjadi di dalam masyarakat berumpun bahasa Western  Malayo  Polyneisian.  Rivalitas  muncul dalam era kolonial yang  mulai memperkenalkan kategori etnis pasca kesultanan. Hal itu semakin kuat, setelah Aceh menjadi bagian dari Republik Indonesia pada 1945, karena mendefinisikan manusia Kreol  ini sebagai suku Aceh,  yang  di masa konflik  lalu  (1976-2005), sebagai bagian dari  taktik  untuk melemahkan kekuatan Aceh  Merdeka, maka diperkenalkan dikotomi baru antara suku Aceh  pesisir dan suku-suku lainnya yang  berada di   punggung Pegunungan Bukit  Barisan, dan di  pesisir Barat- Selatan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Abdullah, O. N. (2021). Sketsa Minoritas dan Hak di Aceh. Jurnal Hak Asasi Manusia, 10(10), 109–127. https://doi.org/10.58823/jham.v10i10.84

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free