ETNOBOTANI TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN BANGUNAN RUMAH ADAT SUKU LAETUA, MANLETEN, DAN MANESUNULU DI DESA FATUARUIN KABUPATEN MALAKA NUSA TENGGARA TIMUR

  • Tnunay I
  • Makin F
  • Mauk M
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Etnobotani rumah adat pada Suku Laetua, Manleten, dan Manesenulu merupakan bentuk kearifan lokal yang perlu didokumentasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan dan struktur  rumah adat  Suku Laetua, Manleten, dan Manesenulu. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Suku Laetua memanfaatkan gewang, pinang, rotan, asam, jati, dan cemara; Suku Manleten menggunakan gewang, pinang, kelapa, rotan, lontar, asam dan jati; serta Suku Manesunulu memakai gewang, rotan, pinang, asam, cemara, jati, dan mahoni sebagai bahan pembuatan rumah adat. Organ tumbuhan yang digunakan berupa batang dan daun yang dimanfaatkan sebagai lantai, tiang utama, tiang sudut, dinding, lantai, dan pengikat. Rumah adat ketiga suku berbentuk persegi dengan atap berbentuk limas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tnunay, I. M. Y., Makin, F. M. P. R., & Mauk, M. (2024). ETNOBOTANI TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN BANGUNAN RUMAH ADAT SUKU LAETUA, MANLETEN, DAN MANESUNULU DI DESA FATUARUIN KABUPATEN MALAKA NUSA TENGGARA TIMUR. Biocelebes, 18(1), 62–69. https://doi.org/10.22487/bioceb.v18i1.16984

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free