Pengaruh Arsitektur Tradisional Jawa dalam Hunian Kolonial di Kampung Bubutan Surabaya

  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
79Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Kampung Bubutan merupakan salah satu permukiman penduduk asli di Kota Surabaya. Sebagai kota pesisir, Surabaya lekat dengan image sebagai kota perdagangan. Faktor ini menyebabkan banyak pendatang yang berasal dari berbagai budaya termasuk budaya asing salah satunya Belanda. Artikel ini akan membahas tentang apa yang mempengaruhi pola permukiman kampung Bubutan, dan bagaimana akulturasi budaya antara Jawa dan Kolonial pada hunian di kampung Bubutan dengan menggunakan metode kualitatif–deskriptif. Hasil pembahasan adalah bentuk sungai Kali Mas dan mitos Mancapat berpengaruh pada bentuk pemukiman di sekitar kampung Bubutan. Pengaruh arsitektur kolonial pada bangunan ditemukan pada bentuk dasar dan teknologi bangunan. Sedangkan pengaruh arsitektur Jawa ditemukan pada ornamen bangunan, organisasi ruang yang mewadahi aktivitas penghuni, dan pemaknaan manusia yang menghargai; alam nusantara dan peran sosial masyarakatnya. Nilai-nilai, petuah, dan pitutur bijak budaya Jawa menjiwai pemaknaan pada bangunannya.Kata kunci: budaya Jawa, arsitektur kolonial, akulturasi budaya ABSTRACT Kampung Bubutan is one of the original community of settlements in the city of Surabaya. As the coastal city, Surabaya closely with the image as a trading city. These factors led many immigrants come from many different cultures, local and international including Netherlands. This article will discuss about what makes the formation of the settlement pattern at Kampung Bubutan, and how the acculturation between Javanese and Colonial on the settlement using descriptive–qualitative method. The results is Kali Mas river and Mancapat myth effected the formation of Kampung Bubutan settlements. Colonial architectural found in the basic shape of the building and building technology . While the Javanese architecture found in the building ornaments, organizations of space, and the meaning of the Javanese who appreciate nature and social community. Values, advice, and good wises from Javanese giving much meaning in the house.Keywords: Javanese architecture, colonial architecture, ethnic acculturation

Cite

CITATION STYLE

APA

Cahyani, R., Wulandari, L. D., & Antariksa, A. (2015). Pengaruh Arsitektur Tradisional Jawa dalam Hunian Kolonial di Kampung Bubutan Surabaya. Review of Urbanism and Architectural Studies, 13(1), 56–65. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2015.013.01.6

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free