Tantangan Implementasi Pembelajaran Mendalam sebagai Pendekatan dalam Kurikulum Merdeka

  • Paramita A
  • Ariani K
  • Mahadewi N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
172Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kurikulum Merdeka disusun untuk memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dan guru dalam merancang pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif, untuk mewujudkan karakter siswa yang menunjukkan profil pelajar pancasila. Sementara itu, pendekatan pembelajaran mendalam diperkenalkan tahun 2025 sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Studi ini menggunakan metode kajian literatur untuk mengidentifikasi tantangan implementasi kurikulum merdeka dan pendekatan pembelajaran mendalam. Hasil kajian menunjukkan secara konseptual pembelajaran mendalam dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan sesuai dengan kebutuhan abad ke-21, namun implementasinya di lapangan menghadapi kendala dan tantangan seperti ketidaksiapan sistem, kurangnya pelatihan guru, keterbatasan sarana-prasarana, serta kesulitan evaluasi belajar. Keberhasilan kebijakan yang diambil bergantung sepenuhnya pada adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan tenaga pendidik. Sinergi ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas pelatihan yang berkelanjutan dan penyediaan fasilitas yang memadai agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara optimal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Paramita, A. A. J., Ariani, K. B., Mahadewi, N. P. D., & Werang, B. R. (2025). Tantangan Implementasi Pembelajaran Mendalam sebagai Pendekatan dalam Kurikulum Merdeka. DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Sosial, 6(4), 757–769. https://doi.org/10.53299/diksi.v6i4.3030

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free