Abstract
Kurikulum Merdeka disusun untuk memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dan guru dalam merancang pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif, untuk mewujudkan karakter siswa yang menunjukkan profil pelajar pancasila. Sementara itu, pendekatan pembelajaran mendalam diperkenalkan tahun 2025 sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Studi ini menggunakan metode kajian literatur untuk mengidentifikasi tantangan implementasi kurikulum merdeka dan pendekatan pembelajaran mendalam. Hasil kajian menunjukkan secara konseptual pembelajaran mendalam dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan sesuai dengan kebutuhan abad ke-21, namun implementasinya di lapangan menghadapi kendala dan tantangan seperti ketidaksiapan sistem, kurangnya pelatihan guru, keterbatasan sarana-prasarana, serta kesulitan evaluasi belajar. Keberhasilan kebijakan yang diambil bergantung sepenuhnya pada adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan tenaga pendidik. Sinergi ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas pelatihan yang berkelanjutan dan penyediaan fasilitas yang memadai agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara optimal.
Cite
CITATION STYLE
Paramita, A. A. J., Ariani, K. B., Mahadewi, N. P. D., & Werang, B. R. (2025). Tantangan Implementasi Pembelajaran Mendalam sebagai Pendekatan dalam Kurikulum Merdeka. DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Sosial, 6(4), 757–769. https://doi.org/10.53299/diksi.v6i4.3030
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.