EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SISWA SD

  • Zefacha Z
  • Mawardi M
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This research aims to determine whether the Numbered Head Together learning model is more effective than the Think Pair Share model in terms of communication skills in elementary students. This research uses an experimental research type Quasi Experiment with Post Test-Only Control Group Design. The population of the research is the 5th grade students of the Diponegoro Cluster Salatiga City, with a total of 164 students, the sample taken was 111 students. This research instrument uses an integrated communication skills rubric with an assignment report in the form of a Mind Map. Data analysis techniques using descriptive techniques and statistical techniques Mann Whitney test. The research results showed that in Experiment group 1 with the number of students (N) as many as 56 students reached the average value of the level of communication skills of 90.52. Whereas in Experiment 2 the number of students (N) is 55 students reached an average of 79.82. the results of communication skills in the experimental group 1 were higher strengthened by the results of the Mann Whitney test. Based on the Mann Whitney test obtained the results of U value is 905.000 and W value is 2445.000. Which if converted to Z value has a result of -3.800. Sig or P value is 000 <0.05 thus there is a significant difference between the two groups which means H1 is accepted. This means that communication skills using the Numbered Head Together model are significantly higher than communication skills using the Think Pair Share learning model. Keyword: Communication, Numbered Head Together, Think Pair Share Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Numbered Head Together lebih efektif daripada model Think Pair Share ditinjau dari keterampilan komunikasi pada siswa SD. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen jenis Quasi Eksperimen dengan desain Post test-Only Control Group Design. Populasi penelitian yaitu siswa kelas 5 Gugus Diponegoro Kota Salatiga, dengan jumlah 164 siswa, sampel diambil sebesar 111 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan rubrik keterampilan komunikasi terintegrasi dengan laporan penugasan berupa Peta Pikir. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan teknik statistik uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kelompok Eksperimen 1 dengan jumlah siswa (N) sebanyak 56 siswa mencapai nilai rata-rata tingkat keterampilan berkomunikasi sebesar 90.52. Sedangkan pada Eksperimen 2 dengan jumlah siswa (N) sebanyak 55 siswa mencapai rata-rata 79.82. Hasil keterampilan komunikasi pada kelompok eksperimen 1 lebih tinggi diperkuat dengan hasil uji Mann Whitney. Berdasarkan uji Mann Whitney diperoleh hasil nilai U sebesar 905.000 dan Nilai W sebesar 2445.000. Apa bila dikonversikan ke nilai Z maka memiliki hasil -3.800. Nilai Sig atau P value sebesar 000 < 0,05 dengan demikian terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok yang berarti H1 diterima. Artinya keterampilan komunikasi menggunakan model Numbered Head Together lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan keterampilan komunikasi menggunakan model pembelajaran Think Pair Share. Kata Kunci: Berkomunikasi; Numbered Head Together; Think Pair Share A. PENDAHULUAN Dunia pendidikan saat ini khususnya untuk jenjang sekolah dasar menggunakan pembelajaran yang menggunakan kurikulum. Dalam kurikulum sudah menerapkan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik merupakan proses pembelajaran yang tersusun secara terpadu. Pembelajaran terpadu mengajarkan kepada siswa Zefania Putri Zefacha, Mawardi Efektivitas Model Pembelajaran Numbered Head Together dan Think Pair Share Ditinjau dari Keterampilan Berkomunikasi Siswa SD 547 | Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitan dan Pendidikan dan Pembelajaran Vol.4, No.2a (April 2020): 546-552 pembelajaran yang memiliki makna sehingga dapat diingat dan dipahami siswa. Pada proses pembelajaran yang diberikan oleh guru di SD disajikan secara terpadu (Kemendikbud, 2003). Pembelajaran tematik yang satu bagiannya yaitu tema yang dipakai untuk memadukan pembelajaran dengan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali pertemuan, untuk menjadikan pengalaman yang bermakna bagi siswa (Permendikbud, 2004). Faisal dan Lova (2018:23) mengatakan bahwa pembelajaran bermakna dalam pembelajaran tematik siswa akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan nyata yang menghubungkan antar konsep dalam indra maupun antar mata pelajaran. Apabila pembelajaran bermakna dibandingkan dengan pembelajaran konvensional maka pembelajaran tematik akan terlihat lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa terlibat dalam proses pembelajaran untuk pembuatan keputusan. Dengan pembelajaran tematik siswa dapat memperoleh pembelajaran yang bermakna, karena pembelajaran tematik integratik terdiri dari beberapa muatan pembelajaran yang disusun dan dipadukan menjadi satu kesatuan dalam tema. Dari beberapa pendapat mengenai pembelajaran tematik integratif dapat disimpulkan bahwa pembelajaran integratif merupakan pembelajaran yang bermakna yang didalamnya berisikan tentang berbagai muatan mata pelajaran yang padu dan berbentuk tema yang pembelajarannya dilakukan dalam tiap harinya. Berdasarkan kaitannya dengan peran guru dalam proses pembelajaran, pada abad 21 dalam mengajar peserta didik diperlukan beberapa kompetensi dan keterampilan yang dapat diberikan untuk mengatasi tantangan global, seperti 4 keterampilan yang ada yaitu Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving (Arifin, 2017:93). Salah satu dari kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan pembelajaran tematik yaitu komunikasi. Menurut pendapat Siti Zubaidah (2016;4) keterampilan komunikasi mencakup keterampilan dalam menyampaikan pemikiran dengan jelas dan persuasif secara langsung maupun tertulis, kemampuan menyampaikan opini secara jelas, menyampaikan perintah secara jelas, dan mampu memberikan motivasi kepada orang lain secara jelas. Dalam dunia modern dalam persaingan didunia industri keterampilan dalam berkomunikasi sangat dibutuhkan, oleh sebab itu didalam dunia pendidikan guru harus mengambangkan kompetensi dan keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi secara baik. Model pembelajaran yang mendukung keterampilan komunikasi dan sesuai dengan kurikulum k13 salah satunya adalah model pembelajaran Numbered Heads Together. Aliputri, Sulasmono dan Setyaningsih (2019;25) berpendapat bahwa Numbered Heads Together merupakan model pembelajaran yang dalam kegiatannya berisikan bahwa setiap siswa akan saling berbagi informasi, dan menjawab soal sesuai dengan nomor yang sudah dipanggil. Semua tim kelompok harus memahami dan mampu menyelesaikan pertanyaan yang diberikan oleh guru. Model pembelajaran yang kedua adalah Think Pair Share. Menurut Sari, Sesunan, dan Nyeneng (2019;69) mengatakan bahwa model pembelajaran Think Pair Share yaitu suatu cara yang digunakan dalam model pembelajaran yang dilakukan secara efektif untuk membuat suasana kelas menjadi beragam, pada model pembelajaran Think Pair Share siswa dituntut untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengungkapkan ide dan gagasannya, dengan demikian secara langsung siswa diajarkan banyak berinteraksi dengan siswa lainnya. model pembelajaran think pair share menumbuhkan keberanian yang tinggi dalam menyampaikan ide dan gagasan yang sudah diperoleh dalam kelompok dan disampaikannya didepan kelas. langkah-langkah yang digunakan dalam model pembelajaran think pair share dapat memberikan banyak waktu kepada siswa untuk berpikir, merespon dan membantu sesama siswa lainnya. Model pembelajaran Think Pair Share merupakan proses pembelajaran yang dilakukan untuk bisa memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bisa membangun konsep, hukum dan prinsip dengan berfikir sendiri (Fajrin, Wardani, Prasetyo (2019, 36 – 37). Model Pembelajaran Number Head Together dan Think Pair Share mempunyai persamaan dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi Peserta didik. Numbered Head Together menekankan kepada siswa untuk saling bekerja sama antar kelompok untuk berbagi informasi. Think Pair Share menekankan pada penemuan untuk siswa dibentuk kelas secara berpasangan Zefania Putri Zefacha, Mawardi Efektivitas Model Pembelajaran Numbered Head Together dan Think Pair Share Ditinjau dari Keterampilan Berkomunikasi Siswa SD 548 | Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitan dan Pendidikan dan Pembelajaran Vol.4, No.2a (April 2020): 546-552 dengan tahap berpikir bersama dengan waktu yang cukup lama, setelah itu berdiskusi dan membagikan informasi kepada pasangan yang lainnya. Berpijak dari hasil penelitian sebelumnya terhadap keefektifan penerapan model Numbered Head Together dan Think Pair Share pada muatan pelajaran sehingga menimbulkan keragu-raguan bagi peneliti. Adapun penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya membuktikan bahwa model pembelajaran Numbered Head Together lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran Think Pair Share antara lain Aliputri, Sulasmono dan Wiidyanti (2019:30) menyatakan bahwa model pembelajaran Numbered Head Together lebih efektif dari model pembelajaran Think pair share ditinjau dari hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Wulung 1 Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora Semester II Tahun pelajaran 2018/2019. Fauziah (2019:9) menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together memiliki banyak pengaruh untuk meningkatkan komunikasi siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kartasura. Khusnaini (2011:108) menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Numbered Head Together lebih efektif dari model pembelajaran Think Pair Share dalam meningkatkan komunikasi siswa pada pembelajaran matematika. Rianingsih, Mawardi, Wardani (2019:344) menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TPS Think Pair Share dapat meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas 3 SDN Ledok 05 salatiga. Rizkiana (2019:58) menyatakan bahwa model pembelajaran Th

Cite

CITATION STYLE

APA

Zefacha, Z. P., & Mawardi, M. (2020). EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SISWA SD. NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(2a), 546–552. https://doi.org/10.35568/naturalistic.v4i2a.780

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free