Abstract
Terumbu karang merupakan ekosistem di laut yang terbentuk oleh biota laut penghasil kapur khususnya jenis-jenis karang batu dan alga berkapur, bersama dengan biota lain yang hidup di dasar lautan. Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang berperan penting pada wilayah pesisir namun rentan terhadap perubahan baik yang terjadi secara internal maupun ekternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung persentase tutupan terumbu karang dan menilai kondisi terumbu karang di Pulau Kapoposang. Coral Point Count with Excel Extension (CPCE) digunakan untuk menganalisis data terumbu karang. Data yang digunakan adalah hasil foto terumbu karang yang diambil menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) dari 6 stasiun pengamatan yang tersebar disekitar Pulau Kapoposang. Setiap foto yang diolah digunakan 30 titik yang dipilih secara random. Hasil penilaian kondisi kesehatan terumbu karang pada lima stasiun menunjukkan bahwa stasiun 1 (satu) 35,62% berada dalam kondisi sedang, stasiun 2 (dua) 43% berada dalam kondisi sedang, stasiun 3 (tiga) 46,67% berada dalam kondisi sedang, stasiun 4 (empat) 40,53% berada dalam kondisi sedang, stasiun 5 (lima) 41,84% berada dalam kondisi sedang dan stasiun 6 (enam) 29,25% berada dalam kondisi sedang. Dari kelima stasiun pengambilan data kondisi terumbu karang di Pulau Kapoposang masuk dalam kategori sedang dengan persentase 39,49%.
Cite
CITATION STYLE
Rombe, K. H., Rosalina, D., Rahmawati, G., Surachmat, A., Sabilah, A. A., Rahman, A., & Hermawan, R. (2023). Kondisi Terumbu Karang di Pulau Kapoposang Kecamatan Liukang Tuppabiring Kabupaten Pangkajene Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 7(4), 515–525. https://doi.org/10.46252/jsai-fpik-unipa.2023.vol.7.no.4.316
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.