Sistem Pengembangan Bahasa Isyarat Untuk Berkomunikasi dengan Penyandang Disabilitas (Tunarungu)

  • Sari I
  • Fivrenodi
  • Altiarika E
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
316Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sarana komunikasi utama bagi orang-orang penyandang disabilitas (tunarungu) adalah bahasa isyarat. Namun, tidak semua orang mengerti atau dapat menggunakan bahasa isyarat, dan tidak semua lingkungan menyediakan aksesibilitas bagi orang dengan disabilitas pendengaran. Sistem pengembangan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan penyandang disabilitas dikembangkan karena pentingnya aksesibilitas komunikasi bagi orang dengan disabilitas pendengaran atau bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model sistem bahasa isyarat agar memudahkan berkomunikasi dengan penyadang disabilitas (tunarungu) dengan menggunakan metode machine learning. Dengan menggunakan teknologi pengenalan citra atau pengenalan pola, sistem dapat mengidentifikasi gerakan tangan dan menerjemahkannya menjadi teks atau suara yang dapat dimengerti oleh individu yang tidak dapat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sari, I., Fivrenodi, Altiarika, E., & Sarwindah. (2023). Sistem Pengembangan Bahasa Isyarat Untuk Berkomunikasi dengan Penyandang Disabilitas (Tunarungu). Journal of Information Technology and Society, 1(1), 20–25. https://doi.org/10.35438/jits.v1i1.21

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free