Potensi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) terhadap Penghambatan Staphylococcus aureus Penyebab Ketombe sebagai Bahan Aktif Sampo

  • I Made Hary Purnawan
N/ACitations
Citations of this article
86Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ketombe merupakan pengelupasan kulit kepala secara berlebihan, berbentuk seperti sisik-sisik disertai dengan adanya kotoran berlemak, rambut rontok, serta rasa gatal. Masalah ketombe dipicu salah satunya oleh keberadaan bakteri Staphylococcus aureus. Salah satu bagian tanaman yang memiliki aktivitas penghambat bakteri penyebab ketombe adalah daun jambu biji (Psidium guajava) yang mengandung senyawa tanin, triterpenoid, saponin, dan flavonoid sebagai antibakteri. Penulisan ini bertujuan mengetahui potensi dari ekstrak daun jambu biji dalam menghambat bakteri penyebab ketombe, khususnya Staphylococcus aureus berdasarkan kajian beberapa literatur untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif formulasi sampo antiketombe dari bahan alami yang aman digunakan. Metode penulisan dilakukan dalam bentuk kajian literatur (literature review) menggunakan penelusuran jurnal secara online dari platform Google Scholar dan PubMed dengan berbagai kata kunci serta dari literatur ilmiah lainnya yang dipublikasi dalam rentang 5 tahun terakhir. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, ekstrak daun jambu biji banyak mengandung senyawa bioaktif yang berperan dalam menghambat bakteri penyebab ketombe, termasuk salah satunya Staphylococcus aureus serta pengujian menunjukkan aktivitas antibakteri yang dapat dilihat dari pembentukan zona hambat, yakni daerah jernih di sekitar sumuran dengan ekstrak daun jambu biji yang diteliti. Oleh karena itu, ekstrak daun jambu biji berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif formulasi sampo antiketombe.

Cite

CITATION STYLE

APA

I Made Hary Purnawan. (2023). Potensi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) terhadap Penghambatan Staphylococcus aureus Penyebab Ketombe sebagai Bahan Aktif Sampo. Prosiding Workshop Dan Seminar Nasional Farmasi, 1, 566–578. https://doi.org/10.24843/wsnf.2022.v01.i01.p45

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free