Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan catcalling terhadap kondisi mental santri putri usia sekolah di Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan santri putri yang berusia sekolah di pondok pesantren tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua santri merasa nyaman menjadi korban catcalling. Kebiasaan catcalling dapat dianggap sebagai perilaku yang melecehkan perempuan, dan hal ini dapat berdampak negatif pada kondisi mental mereka. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa sebagian besar santri merasa terganggu oleh catcalling, sedangkan hasil kualitatif mengungkapkan berbagai pengalaman dan persepsi santri terhadap fenomena ini. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak kebiasaan catcalling terhadap kondisi mental santri putri usia sekolah di pondok pesantren. Hasilnya dapat menjadi dasar bagi pondok pesantren dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menghormati perempuan dan menghindari perilaku yang melecehkannya. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi pada literatur mengenai gender dan kesejahteraan mental dalam konteks pesantren di Indonesia.
Cite
CITATION STYLE
Maula, L. C., Negari, O. C., & Astuti, H. T. (2023). Pengaruh Kebiasaan Catcalling terhadap Kondisi Mental Santri Putri Usia Sekolah. Musala : Jurnal Pesantren Dan Kebudayaan Islam Nusantara, 2(2), 93–108. https://doi.org/10.37252/jpkin.v2i2.543
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.